Pengumuman

Terhitung sudah empat tahun blog ini mengudara. Saya ingat, di awal pendiriannya, blog ini masih bukanlah apa-apa. Sebagian besar tulisannya hanya berisi kegundahan seorang remaja, tidak lebih. Kegundahan itu termanifestasi dalam bentuk catatan harian yang sayangnya justru diartikan beberapa pembaca sebagai cerpen atau puisi. Itu saya tahu setelah beberapa orang, termasuk yang tidak saya kenal, mengutip lalu mempostingnya di media sosial dengan menandai saya.

Apresiasi semacam itu sudah merupakan pencapaian yang luar biasa bagi pemula seperti saya. Saya jadi semakin bersemangat menulis dengan gaya dan topik serupa. Namun di saat yang sama, saya kerap merasa kurang percaya diri untuk melanjutkan apa yang sudah saya mulai. Perasaan ini bukannya hadir begitu saja, melainkan muncul seiring pendalaman saya terhadap sastra sebagai disiplin ilmu.  Dari rasa kurang percaya diri, lalu berkembang menjadi keputusan untuk men-takedown semua tulisan tepat di tahun kedua blog ini mengudara.

Meski begitu, saya tetap menulis dengan gaya dan topik serupa. Setidaknya hanya untuk saya nikmati sendiri. Sampai tepat di tahun keempat, saya terjebak pada perjumpaan tak sengaja dengan seorang perempuan yang menulis. Kebetulan ia merupakan mahasiswa sastra dan sedikit banyak pernah punya pengalaman jurnalistik jalur pers mahasiswa. Dan kini ia masih menekuni dunia kepenulisan lewat platform bloging.

Kepadanya saya mengutarakan kegundahan yang saya tulis di muka. Ia pun juga bercerita soal kegundahan yang ia alami selama menulis. Bahkan kami sempat saling bertukar alamat blog untuk menilai bagaimana tulisan masing-masing. Tanpa disadari, lewat interaksi terbatas inilah rasa penyesalan saya atas keputusan dua tahun silam itu muncul untuk pertama kalinya. Perempuan itu menanggapi kalau saya musti menjawab rasa penyesalan itu dengan melanjutkan apa yang sempat terhenti. Tetapi saya lebih memilih buat memulai semuanya dari awal dengan kebaruan yang coba saya tawarkan.

Langkah yang saya ambil yaitu dengan melebarkan sayap lewat platform seperti Karya Karsa dan juga Wattpad. Ini saya lakukan atas saran dari beberapa teman yang mengatakan kalau dua platform ini tengah didominasi oleh pembaca dengan minat tertentu terhadap tulisan yang dulu biasa saya bagikan. Menyoal konten, saya masih akan menggunakan format lama. Adapun yang membedakan proyek ini dengan sebelumnya yaitu dari segi visualisasi. Saya akan menggunakan karya visual pribadi sebagai pelengkap tulisan.

Lalu bagaimana dengan blog ini?

Jawabannya blog ini masih akan mengudara dengan ciri khasnya sendiri. Begitu juga dengan kanal Karya Karsa dan Wattpad yang notabene baru saja saya jajaki. Harapan saya pribadi, semoga pembaca akan menyukainya. Sebab bagi penulis yang tak punya nama besar seperti saya, apresiasi pembaca sudah merupakan hal paling membahagiakan sekaligus menjadi bahan bakar agar saya tetap konsisten menulis. Akhir kata, saya ucapkan terima kasih dan salam hangat untuk pembaca di manapun berada.***


*UNTUK mengunjungi laman Karya Karsa dan Wattpad saya silahkan klik DI SINI