[ARSIP] Teks Wawancara Terkait Pagelaran Seni Teater Spilir

Kredit Foto : Irfan Effendy


Diketahui pada hari Selasa (25/06/19), prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Malang mengadakan pementasan teater. Pementasan Teater ini bertempat di Laboratorium Drama, Gedung Kuliah Bersama 1 (GKB 1), Universitas Muhammadiyah Malang.

Baca Juga : [ARSIP] Diskusi dan Bedah Buku Sekolah Itu Candu

Salah satu penampilan teater yang menarik adalah pementasan “Teater Sepilir” karya Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Kelas C, angkatan 2016. Sebab dalam pementasan ini, “Teater Sepilir” banyak menyajikan fenomena-fenomena yang sangat dekat dengan aktivitas masyarakat sehari-hari. Oleh karena itu, disini Redaksi Jurnal Rumaka sudah terhubung dengan Fathin Najla selaku Asisten Sutradara (Astrada) dari Teater Sepilir. Berikut ini hasil-hasil wawancara kami :

Hal apa yang melatarbelakangi pementasan Teater Sepilir ini?

“Sebenarnya teater ini diadakan guna memenuhi tugas akhir mata kuliah penyutradaraan. Akan tetapi, mungkin kedepannya bisa dikembangkan menjadi sekelompok pegiat kesenian yang terfokus pada teater.”

Bagaimana jalannya acara dari awal sampai akhir?

“Alhamdulillah acara berjalan lancar tanpa kendala satu apapun. Teater Sepilir ini sekaligus menutup pagelaran teater Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia angkatan 2016 dengan tema “Transisi Sadar Karya”. Alhamdulillahnya juga, teater ini cukup memberikan penampilan yang berhasil menghidupkan gedung penuh dengan gelak tawa, kesedihan dan membuat penonton menyimak jalan cerita.”

Siapa saja yang terlibat yang terlibat dalam acara tersebut?

“Tentu sangat banyak. Ada seluruh crew sepilir, dosen pendamping, ada kalangan mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Dan ada juga penonton umum dari kalangan pegiat sastra dan seni. Dalam hal ini tak lupa saya mengucap banyak-banyak terimakasih kepada semua pihak yang sudah terlibat.”

Kira-kira apa harapan besar dibalik terselenggaranya acara pementasan teater ini?

“Melalui pementasan teater yg pertama ini, harapannya semua proses dari awal sampai akhir ini dapat memberikan pengalaman kepada seluruh kru Teater Sepilir dan yang terlibat dalam prosesi pagelaran teater Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Dan semoga apa yang kita semua capai hari ini dapat berlanjut hingga kemudian hari. Tentu saja tak lupa, semoga semua sajian teater dapat memberikan manfaat yang besar untuk penonton.”***

Baca Juga : Sepuluh Bacaan Penutup Akhir Tahun


*TEKS wawancara ini sebelumnya dimuat di kolom Agenda Jurnal Rumaka pada tanggal 02 Juli 2019. Dimuat ulang di sini semata-mata demi tujuan pengarsipan.

One comment