Dunia yang Monoton, adalah Dunia yang Mati

Posted by
Kredit Ilustrasi : www.rt.com


Ini kisah tentang dunia,
Dunia yang menua sebelum waktunya
Kemput bagai daun yang meranggas
Diperkosa oleh kenyataan
Sampai nyaris tak bersisa
Dalam keadaannya yang tanpa gairah

Jutaan orang baris-berbaris
Di bibir jurang
Menunggu sang jagal
Menghunuskan pedangnya dalam bayang-bayang
Memisahkan kepala dari tubuh-tubuh mereka
Dengan begitu bengisnya

Tuhan-Tuhan baru diciptakan
Pemberhalaan tiada tara dihidupkan
Alhasil nabi-nabi baru bermunculan
Sayangnya, mereka bukan lah Ibrahim sang penghancur berhala

Kehadirannya malah mengokohkan pemberhalaan,
Kepada uang-uang
Kegunaan demi kegunaan
Suksesi demi suksesi

Dalam tumpukan kitab kiat hidup praktis yang nyaris tak berguna
Dalam sabda yang digaungkan sampai berbusa-busa
Sialnya, semua hanya bualan belaka !

Lalu siapa akan kuat melihat semuanya?
Melihat kematian massal tanpa parade kematian?
Melihat berhala-berhala dibangun?
Siapa akan tahan mendengarnya?
Mendengar semua jerit kekalahan beserta sabda-sabda tak berguna?

Gemerlap kota tak khayalnya dunia tanpa makna
Yang dibangun atas erangan sebuah tanya;
Peradaban milik siapa?
Dunia untuk siapa?

Tiada hari tanpa alienasi
Menghujat sampai ke ulu hati
Ingin aku segera lari dan bersembunyi
Menghindari semua stagnasi
Melihat dunia yang semakin hari semakin mati

Malang, 2020

One comment