Ternyata, Ada Virus yang Lebih Mematikan dari Virus Corona

Posted by
Kredit Ilustrasi : The War Against The Virus (behance.net)

Pembodohan itu lah namanya
Ibarat virus, ia lebih mematikan dari virus corona
Jangankan terdeteksi alat,
Ia tidak bisa didiagnosa karena tidak memunculkan gejala

Pembodohan, itulah virusnya
Ia dipaksakan sedemikian rupa kepada telinga kita
Membuat kita terlelap
Mewajarkan apa yang lewat di depan mata
Sama seperti Corona, virus ini pun tak ada obatnya

Mengenai kasus suap yang menjerat Harun Masiku misalnya
Ada menteri berikut Dirjen Imigrasi yang salah sebut soal data
Alhasil membuat presiden harus angkat bicara
Semua pejabat kalau mau membuat statement itu hati-hati“, begitu katanya.

Padahal ini soal hukum
Tapi di hadapan presiden,
Ini cuma soal sahal ucap yang sebenarnya,
Bisa diantisipasi dengan kehati-hatian
Tapi, pikiran saya terlanjur nakal
Saya tak mau meremehkan perkara ini

Mengingat ini perkara hukum
Apapun bisa jadi kemungkinan
Di hadapan konflik kepentingan bahkan,
Segala kemungkinan bisa jadi dimainkan

Karena itu, saya lantas berlari sigap
Saya berlari pada pawangnya korupsi
Siapa lagi kalau bukan Komisi Pemberantasan Korupsi?
Ya, lembaga itulah pawangnya
Ia adalah satu-satunya harapannya

Tapi apa yang saya dapati, bapak ibu?
Kalian tahu? Yang saya dapati bukan ketegasan dan kesigapan
Melainkan sambatan yang membikin saya ingin mengumpat,
Dari pagi, siang, sampai malam

Karena kata Firli, mencari Harun ibarat mencari jarum dalam sekam
Pernyataan itu seakan menyodom saya,
Dari kiri, kanan, tengah, atas dan bawah
Membuat saya mengelus dada
Sembari tetap percaya satu hal,
Bahwa KPK masih punya taring, masih punya marwah

Yang itu, lagi-lagi hanya bisa di dapat lewat pembuktian
Pembuktian pada kita semua,
Buktikan bahwa menangkap Harun Masiku, tidak memerlukan waktu
Buktikan bahwa menindaklanjuti laporan dugaan adanya perintangan kasus, tidak sesulit memasak sepiring nasi goreng

Jadi inilah virus yang lebih mengerikan dari virus Corona itu bapak ibu sekalian
Mohon maaf jika tidak sesuai dengan harapan
Mohon maaf apabila judul catatan ini terkesan seperti umpan klik ***