Supernova : Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh, Dee Lestari

Posted by
Kredit Foto : goodreads.com


Buku ini, barangkali bisa menjadi contoh bagi siapa saja yang ingin menggabungkan antara sastra dan sains menjadi sebuah roman yang bermutu. Sebab, buku ini menceritakan tentang kisah dua sejoli dalam membidani roman yang menjelaskan kompleksitas kehidupan manusia dengan tinjauan sains. Dua orang itu adalah Reuben dan Dimas.

Dalam roman garapan mereka, Reuben dan Dimas mengisahkan tentang kompleksitas kehidupan dari empat tokoh utama. Keempat tokoh tersebut adalah Ferre, Rana, Arwin dan Diva.

Ferre, digambarkan sebagai sosok pria idaman. Seorang kelas menengah atas yang tampan, dengan harta yang tidak terbatas. Sayangnya, Ferre tidak pernah tertarik oleh perempuan. Pun, tidak pernah merasa perlu untuk menjalin kisah percintaan seperti laki-laki pada umumnya. Sedangkan Rana adalah seorang wartawati sekaligus istri dari Arwin. Seorang laki-laki keturunan ningrat. Keduanya, menikah atas dasar perjodohan.

Suatu hari, Rana ditugaskan oleh redaktur majalahnya untuk mewawancarai Ferre. Singkat cerita, di momen itulah Ferre akhirnya jatuh cinta pada Rana. Begitu pun dengan Rana, perlahan ia jatuh cinta pada Ferre. Sebab, ia merasa pernikahan antara dirinya dengan Arwin sama sekali tidak memuaskan. Pada akhirnya mereka pun terlibat dalam hubungan gelap.

Di sela-sela kisah antara Ferre, Rana dan Arwin — Dimas dan Reuben memunculkan tokoh keempatnya. Tokoh tersebut adalah Diva. Dimas dan Reuben menggambarkan Diva sebagai perempuan yang cerdas dan berwawasan luas. Kendati pekerjaannya adalah pelacur papan atas.

Saat kisah cinta antara Ferre, Rana dan Arwin mengalami turbulensi total karena Rana dipaksa untuk memilih salah satunya — datanglah Diva sebagai satu-satunya penengah diantara peliknya kisah cinta di antara ketiganya. Sebab, Diva merupakan admin dari kanal Supernova. Sebuah platform virtual yang kerap memberikan solusi atas turbulensi total yang dialami manusia berdasarkan tinjauan sains.

Melalui Supernova, Diva berusaha memperoleh sinkronitas turbulensi antara Ferre, Rana dan Arwin sekaligus. Kemudian berusaha untuk memberikan alternatif yang memungkinkan bagi ketiganya. Singkat cerita, usaha itu pun berhasil. Karena pada dasarnya, Ferre, Arwin dan Rana hanya perlu untuk merubah sudut pandangnya atas dunia.

Hasilnya, Ferre tidak jadi bunuh diri lantaran ditinggalkan oleh Rana yang lebih memilih untuk mempertahankan kehidupannya bersama Arwin. Ferre, ia kembali ke kehidupannya yang sendiri, namun menyenangkan. Sebaliknya, Rana dan Arwin kembali memperbaiki hubungan pernikahan mereka yang sempat merenggang dalam beberapa waktu.

Menurut saya, novel ini merupakan salah satu novel paling bermutu dari sekian banyak novel karya Dee Lestari. Sebab novel ini banyak berisi penjelasan saintifik mengenai kompleksitas kehidupan manusia modern. Pantas saja tahun 2014 silam, novel ini berhasil diangkat ke layar lebar dan diperankan oleh Herjunot Ali, Raline Shah, Fedi Nuril, Paula Verhoeven, Arifin Putera dan Hamish Daud.

One comment