Lamunan yang Ada-Ada Saja

Posted by
Kredit Ilustrasi : Pinterest

Malam dan Pekerjaannya

Malam tetaplah malam
Mau bagaimanapun ia datang menyajikan senja,
Pada akhirnya yang tersisa hanyalah gelap
Betapapun ia menyajikan hingar-bingar,
Pada akhirnya ia hanya akan menyisakan sepi dan dingin

Dan aku sama sekali tidak bisa mengadilinya
Sebab ia hanyalah malam
Ia cuma dan akan menjadi malam
Tolong, aku tak bisa memaksanya
Yang kuperlu hanya adil melihatnya
Sebagaimana aku melihat malam

Malang, Oktober 2019

***

Pagi dan Kepergian

Selamat pagi semesta
Sudah kusumpah sejak tadi malam
Ketika aku mengucapkan ini, maka hilanglah keluh kesah
Enyahlah nada sumbang
Leburkan semua duka
Menjadi tawa

Dan cahaya memasuki setiap lubang kamarku
Dengan butiran debunya yang berterbangan terbawa angin
Betapa kotornya ruanganku?
Betapa pengapnya?

Nada sumbang mendadak kembali
Mulai dari pori-pori, kaki, aliran darah pun sampai kepala
Kali ini, aku tidak mau untuk berdiam diri
Aku beranjak,
Membuka pintu dan, pergi

Malang, Oktober 2019

***

Jalan dan Sebuah Kebingungan

Jalanan ini masih saja padat
Oleh motor dan mobil
Oleh pejalan,
Oleh pengemis yang menggendong anaknya

Semua tumpah ruah disana
Dengan asapnya yang mengepul
Suara tawa,
Suara tangis, harap bahkan doa yang sama sekali tak ku kenal bunyi serta bahasanya
Bising dan bingung

Dan harus kemana kah kubawa tubuh ini?
Kemana kah tekanan atas, kiri, tengah dan bawah ini ku hindari?

Malang, Oktober 2019

***

Pulang Kemana?

Sudah berjam-jam aku berkeliling di jalan itu
Dan jarum jam tetap berjalan dengan kejamnya

Teriknya matahari siang kian melunak
Berdamai dengan sendunya suasana sore
Panasnya, larut dalam mesranya semilir angin sore

Dan aku masih duduk disini
Di jalan
Menghirup tembakau dalam sebuah tanda tanya besar
Apa aku harus pulang?

Beberapa orang mengiyakannya karena kata itu adalah obat
Penawar dari setiap kemelut
Semacam candu?, tanyaku.
Entah, aku kurang tahu

Yang jelas aku ingin pulang.
Tapi kemana arahnya?

Malang, Oktober 2019

***

Kota dan Kepulangan

Aku pulang
Dan inilah kepulanganku
Tuan, nona
Bapak, ibu

Inilah kepulanganku
Setelah berjam-jam perjalanan
Setelah berulang kali terjaduk oleh lubang-lubang jalanan
Merasakan debu,
Lalu tersesat

Aku pulang
Dan inilah kepulanganku
Tuan, nona
Bapak, ibu

Aku pulang
Aku pulang disebuah kota yang ramai tapi bisu
Gemerlapnya terang, tapi tak terlalu

Aku pulang
Aku pulang ketika malam hendak bersiap digantikan pagi
Dan apakah itu dirimu?
Entah, yang penting aku pulang

XXXXXX, Oktober 2019

3 comments