Mengapa Ikatan Kata?

Posted by
Kredit Ilustrasi : Ikatan Kata

Setelah saya hitung-hitung, sudah satu tahun saya berkecimpung di dunia blogging. Sebuah dunia yang cukup menyenangkan dan memberikan saya banyak pembelajaran. Utamanya dalam hal kebebasan mengekspresikan diri dalam bentuk tulisan. Selain itu, melalui dunia blogging semua peristiwa sederhana rupanya dapat kita olah menjadi sesuatu yang istimewa. Sesuatu yang bermakna. Yang dalam pengantarnya tidak terikat oleh sistematika kepenulisan tertentu. Tanpa otoritas media dengan standar editorial yang super ketat.

Pada akhirnya, hanya blog lah yang membuktikan bahwa menulis merupakan aktivitas yang membebaskan. Sebab, melalui aktivitas blogging, seorang pemilik blog memiliki identitas ganda. Sebagai pengelola situs, pemikir, penulis, redaksi, bahkan editor naskah sekaligus. Karena itulah blogger wajib hukumnya buat banyak-banyak belajar terkait pusparagam identitas yang melekat padanya itu. Pertanyaanya dari mana ilmu-ilmu itu bisa dipelajari?

Jawabannya banyak. Sebenarnya setiap blogger bisa belajar secara mandiri lewat berbagai panduan yang disediakan oleh platform blogging. Hanya saja alih-alih lengkap, terkadang beberapa platform hanya menyediakan panduan blogging secara terbatas. Bagi blogger yang sudah lama berkecimpung di dunia blogging, hal itu tidak terlalu menjadi masalah. Namun bagi kita-kita para blogger pemula, hal itu jelas bermasalah. Sebab menurut pengalaman saya, blogger pemula banyak membutuhkan informasi seputar dunia blogging yang terperinci dan menyasar berbagai hal. Dan itu hanya bisa kita peroleh lewat berjejaring dengan para blogger lainnya. Salah satunya melalui komunitas blogger.

Saat ini, terhitung banyak sekali komunitas blogger dengan berbagai corak. Ada yang hanya berfokus di dunia kepenulisan, ada yang hanya berfokus pada tips-tips pengelolaan dan lain sebagainya. Uniknya, kebanyakan komunitas ini terdiri dari berbagai lingkup. Mulai dari skala lokal, sampai nasional.

Saya sendiri, kini tengah bergabung dalam sebuah komunitas blogger bernama Ikatan Kata. Karena member baru, jujur saja saya belum bisa menjelaskan komunitas ini secara rinci. Mungkin sebagian dari pembaca akan bertanya : lah terus kenapa harus bergabung dengan komunitas ini ? Mengapa Ikatan Kata?

Mari saya bawa ke cerita beberapa hari silam. Pagi itu saya sedang dirunding kegelisahan. Gabut, akan tetapi tidak sebegitunya. Dan daripada kalah dengan rasa gelisah, saya memilih untuk membaca saja. Mau membaca buku, tapi sedang malas-malasnya. Membaca media mainstream, tapi isinya cenderung monoton. Mau membaca media alternatif macam zine, apa daya sudah habis. Lalu baca apa dong?

Saya bingung. Kendati cuma sebentar. Sebab, di titik ini, saya tiba-tiba teringat sebuah pesan dari seorang teman. Teman saya itu, alhamdulillahnya adalah blogger. Dan saya ingat betul waktu itu ia pernah berpesan bahwa ketika kita diserang kemalasan dalam membaca apapun, membuka aplikasi platform blog adalah koentji. Pasalnya, disitu banyak beredar tulisan dari blogger yang diantarkan dengan berbagai gaya dan ekspresi.

Karena penasaran, saya mencoba menuruti pesan teman saya itu. Membuka aplikasi dan mulai menjalankan aktivitas blogwalking. Hasilnya cukup menyenangkan. Bahkan saat itu saya tetapkan bahwa membaca tulisan para blogger adalah alternatif. Wabilkhusus ketika saya merasa muak dengan tulisan-tulisan yang terkesan monoton.

Setelah membaca sekitar 6 artikel, akhirnya saya bertemu satu artikel menarik dari blog milik Mbak Mafriani Ayu. Secara umum, artikel itu berisi ajakan dari Mbak Ayu untuk bergabung dalam komunitas Ikatan Kata. Mbak Ayu, ia tak hanya menjelaskan alasannya untuk bergabung dalam komunitas ini. Melainkan ia juga menjelaskan asal usul, peraturan sampai ‘nilai lebih’ dari komunitas ini. Sempurna sekali.

Salah satu alasan yang membuat saya berminat untuk bergabung dalam komunitas ini yakni karena komunitas ini menerapkan konsistensi menulis dalam bentuk tantangan. Ini menarik. Sebab, ini adalah hal yang paling mendasar dalam dunia blogging. Apabila konsistensi itu sudah susut atau bahkan tidak ada, blog kita mati sebelum waktunya. Dan ketika itu terjadi, tentu saja semua proses yang kita lakukan untuk membidani sebuah blog bakal sia-sia.

Selain menerapkan tantangan untuk melatih konsistensi menulis, komunitas ini juga menyediakan grup Whatsapp. Dimana dalam grup itu, kita sama-sama berbagi pengetahuan dalam berbagai hal yang menyangkut dunia blogging. Mulai dari teknik kepenulisan, sampai bagaimana mempublikasi blog dengan baik dan benar. Penduduknya juga ramah-ramah karena asas yang dipakai komunitas ini yaitu kekeluargaan untuk belajar bersama.

Oleh karena itu, berdasarkan pertimbangan-pertimbangan diatas, saya ingin mengajak para pembaca untuk bergabung dengan komunitas ini. Dan kini tugas anda sebagai pembaca adalah merenungkan ajakan saya itu. Semuanya kembali pada diri anda sebagai pembaca. Jika anda merasa perlu, anda bisa mendaftarkan diri anda DISINI. (Faris Fauzan Abdi)

7 comments

      1. Bu bidan Dian juga Pengikat Kata, Faris.

        Btw, blogger jika ditulis mesti dicetak miring karena dari bhs asing. Untuk bhs Indonesianya bisa Faris tulis bloger atau narablog.

        Ada kata ‘dirunding’ sepertinya tidak pas. Mungkin maksudmu adalah ‘dirundung’

        Dan ada beberapa tipo.

  1. Terima kasih sudah menjadikan tulisan saya sebagai salah satu alasan untuk ikut bergabung di Ikatan Kata. Semoga kita bisa terus berkonstribusi terhadap dunia blog di Indonesia dan secara lansung meningkatkan minat membaca dan menulis juga.

    Salam kenal dari saya.