Malang Kucecwara

Posted by
IMG-20190104-WA0007-picsay-696x392
Balai Kota Malang (malangvoice.com)

Sejak saya tinggal di Kota Malang, saya memang suka dengan slogan kota yang satu ini. Sebut saja ‘Malang Kucecwara’. Sebuah slogan yang tertempel di lambang kota ini sejak lama itu.

Awalnya saya tak tahu menahu ihwal sejarah slogan yang satu ini. Namun setelah mencari-cari, rupanya slogan tersebut bukan hadir begitu saja. Malainkan digagas oleh budayawan jawa dan sastra jawa kuno kenamaan Prof. Dr. Raden Mas Ngabehi Poerbatjaraka. Dan Poerbatjaraka mengambilnya dari prasasti Kedu. Yang berangka tahun 907 M dan dikeluarkan oleh Raja Balitung.

Sementara Raden Mas Ngabehi Poerbatjaraka mengambil slogan Malang Kucecwara bukan hanya keren-kerenan. Bukan tanpa harapan besar. Sebab, slogan ini memiliki makna yang cukup dalam.

Malang Kucecwara awalnya berasal dari tiga kata. Sebut saja Mala, Angkuca dan Icwara. Mala artinya sesuatu yang kotor atau batil. Sementara Angkuca berarti menghancurkan atau membinasakan, dan Icwara berarti Tuhan. Jika digabungkan maka Malang Kucecwara berarti : Tuhan Menghancurkan yang Batil.

Saking dalamnya makna itu, slogan Malang Kucecwara ditetapkan sebagai slogan resmi Kota Malang pada tanggal 1 April 1964. Tepat saat momentum ulang tahun Kota Praja Malang ke-50. Melalui keputusan DPRD No. 7/DPRDGR tertanggal 10 April 1964 dan dipakai hingga sekarang.

Seiring berjalannya waktu, disini di Kota Malang , entah mengapa slogan ini mengalami distorsi makna. Bukan oleh si pembuatnya. Akan tetapi oleh orang-orang yang membuat kebatilan biar jadi kebatilan. Dan biarlah kebatilan itu menjadi urusan Tuhan.

Pada akhirnya, pelbagai masalah seperti kerusakan jalan, banjir, suhu panas yang meningkat, sampai kasus korupsi yang belakangan marak terjadi acapkali mendapat respon yang minim dari mayoritas warganya. Ironisnya, respon itu datangnya dari mayoritas warga usia lanjut. Itupun karena mereka terus dididik dan didorong oleh berbagai pegiat LSM atau organisasi kemahasiswaan. Yang rata-rata orangnya malah bukan berasal dari Kota Malang itu sendiri. Melainkan berasal dari berbagai kota, pun berbagai pulau.

Katanya : dalam rangka menyelamatkan kota.

Entah mengapa hal ini bisa terjadi. Entah mengapa disini di Kota Malang cepatnya arus kebatilan selalu berbalas ketiadaan respon. Wabilkhusus dari warga aslinya.

Tapi yang jadi mungkin karena warga Kota Malang sendiri sudah menganggap slogan ini hanya sekedar slogan. Malang Kucecwara hanya sebatas kata dalam simbolnya kota. Ya semoga anggapan saya ini salah. Semoga harapan yang tersemat dalam slogan ‘Malang Kucecwara’ tetap dipegang dengan teguh oleh masyarakatnya.

Sampai suatu ketika tak ada lagi yang namanya kebatilan. Karena kebatilan itu habis ditumpas oleh kebenaran. Kebenaran Tuhan yang diperjuangkan oleh cucuran darah dan keringat dari rakyatnya. Dalam hal ini, warga asli Kota Malang.

***

(FFA)