Menolak Lupa

Posted by
Screenshot_2019-03-03-01-26-23-380_com.opera.mini.native-01
Munir Said Thalib dalam The Human Rights Defenders World Summit , Paris Perancis tahun 2018 (amnesty.org)

Hari itu, saya dan tim untuk kedua kalinya mengunjungi Museum Omah Munir yang berlokasi di Kota Batu. Jika pada kunjungan pertama saya lebih fokus meneliti, maka kunjungan kedua ini saya lebih fokus untuk mengangkat museum ini ke dalam sebuah project yang kami beri nama “Sang Revolusioner : Munir Said Thalib”.

Project ini kami buat untuk mengikuti lomba yang diadakan oleh hari HMI Cabang Malang dalam peringatan hari jadi HMI yang ke-72 tahun pada bulan Februari lalu. Alhamdulillah mulai dari proses izin sampai finishing berjalan dengan baik tanpa hambatan yang berarti. Bahkan, pada akhirnya kami pun lolos menjadi juara 1 dalam kompetisi tersebut.

Oleh karenanya saya ucapkan banyak terima kasih kepada pihak-pihak yang telah mendukung karya kami. Wabilkhusus keluarga Alm Cak Munir, Museum Omah Munir, HMI Cabang Malang Komisariat Keguruan dan Ilmu Pendidikan, serta HMI Cabang Malang selaku penggagas kompetisi.

Satu hilang seribu terbilang” , kata Iwan Fals dalam lagu yang ia persembahkan untuk Alm Cak Munir.

Semoga video ini mampu menjemput jiwa juang Cak Munir ke dalam tubuh himpunan. Menjadi pengingat ketika himpunan mulai mesra dengan kekuasaan. Sekaligus menjadi senjata bagi himpunan untuk terus menolak lupa. Bersama berbagai elemen lainnya, dengan background dan fokus isunya. Sebab yang saya kenal himpunan selalu mengajarkan bahwa ‘kita berteman lebih dari saudara’.

Oleh karenanya sudah sepantasnya kita bersuara. Khususnya untuk mendorong kasus ini kembali dibuka. Mengingat kasus pembunuhan Alm Cak Munir sampai hari ini masih menjadi rahasia besar negara. Terbukti sekalipun rezim silih berganti, pengusutan yang berarti hanya sebatas janji.

Saya yang merupakan salah satu dari keluarga besar himpunan, saya menolak lupa ! ***

(FFA)

Note :

Untuk melihat hasil karya silahkan klik DISINI.