Untuk Satu Tahun DI’sWay

Posted by

Kredit Foto : Dokumen Pribadi

Pasca berhentinya kegiatan organisasi dan lain-lain, aktivitas keseharian saya lebih banyak membaca buku, informasi mutakhir dan menulis. Tidak ada lagi program, tidak ada lagi jadwal kuliah. Toh saat ini saya sedang liburan. Untuk membaca koran maupun media informasi saya patok dari pagi hingga sore hari. Sembari ditemani segelas kopi dan lintingan rokok.

Malam harinya, saya gunakan untuk menulis. Itupun juga di warung kopi. Dengan segelas kopi dan rokok. Kadang saya khawatir dengan aktivitas ini. Sebab saya takut efeknya di hari tua.

Sementara untuk malamnya saya gunakan untuk baca buku. Begitu pun dengan waktu pasca subuh saya. Sebab bagi saya subuh merupakan waktu yang cukup efektif untuk membaca.

Singkat cerita pagi tadi saya awali dengan membaca buku. Sementara siangnya saya putuskan untuk ngopi sambil baca-baca koran maupun media informasi lainnya. Selain itu, saya sedang menunggu kabar konfirmasi dari beberapa artikel yang saya kirim di media cetak maupun digital. Herannya tak ada satu pun kabar yang menghampiri email saya selain kabar petisi dan promosi. Entah kenapa belakangan ini media agak lama dalam mengkonfirmasi tulisan saya.

Sembari menunggu, saya menikmati kopi dengan membaca koran Harian Jawa Pos edisi Minggu 10 Februari 2019. Alangkah kagetnya saya melihat kolom “Art, Party and Life”. Sebab di dalam kolom tersebut memuat artikel berjudul “Menebar Energi DI’sWay : Rayakan Setahun Konsisten Menulis”. Kolom tersebut menceritakan tentang gelaran Stand-Up Sharing Energi DI’s Way yang diadakan di DBL Academy Pakuwon Surabaya (9/2). Disinilah saya tiba-tiba teringat akan sesuatu hal. Bahwa sejak saya sibuk dua hari lalu saya lupa tidak membaca artikel disway.id, milik Pak Dahlan Iskan itu.

Koran saya taruh dan kembali ke gadget untuk membuka DI’sWay. Disana terdapat 3 artikel dengan judul yang berbeda akan tetapi temanya tetap sama. Yakni membahas ulang tahun DI’sWay yang pertama. Secara membaca ketiga-tiganya, selaku pembaca DI’sWay yang paling radikal tentu saya ingin menorehkan harapan kepada DI’sWay kedepan. Sebab dalam artikel bertajuk ‘Dosa Ultah’ Pak Dahlan Iskan sendiri ingin membuka ruang dialog bagi pembaca setianya.

Salah satunya saya. Akan tetapi, memang saya tidak suka menuliskannya dalam sebuah kolom komentar. Saya lebih suka membalas tulisan dengan tulisan. Meskipun dalam blog saya ini. Blog yang belum ada apa-apanya ketimbang DI’sWay ini.

Pertama-tama saya mengafirmasi betul jika Pak Dahlan Iskan ingin membuat rubrik baru ikhwal bisnis untuk pemula. Sebab dalam eranya, kini kita sedang masuk pada Revolusi Industri 4.0. Era ‘Job Disruption’ itu. Sehingga mengubur cita-cita untuk sebatas menjadi ‘pegawai’ merupakan hal yang sangat diperlukan. Akan tetapi, saya hanya menambahkan agar rubrik ini nantinya dibuat dengan model diskursus.

Kedua, yang saya harapkan agar Pak Dahlan Iskan mampu memberikan tips-tips seputar dunia jurnalistik. Misalnya seputar bagaimana menulis dengan baik dan benar. Namun tetap ringan untuk dibaca dan tidak menjauhi subtansi. Sehingga harapannya rubrik ini mampu mendongkrak budaya menulis kita semua. Sebab saya yakin Pak Dahlan Iskan memiliki kapasitas untuk itu.

Kapasitas yang selama ini mempengaruhi saya untuk berani membuka wawasan lebih luas lagi.
Meskipun ditengah hiruk-pikuknya tahun politik. Meski diterjang derasnya arus informasi. Itulah dua harapan saya untuk DI’sWay. Lagi-lagi saya ucapkan selamat ulang tahun untuk DI’sWay, tetaplah menginspirasi kami semua.***

Penulis Faris Fauzan Abdi, Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang