Review Film The Antifascist Documentary (2017)

Posted by

19667478_1327990200603921_2755545627798986459_o

Cover : imdb.com

Info Film versi IMdb :

Judul : The Antifascist

Produksi : Pråmfilm AB

Durasi : 75 menit

Direksi : Patrik Öberg, Emil Ramos (co-director)

Penulis : Emil Ramos, Patrik Öberg

Genre : Dokumenter

Bahasa : Swedia, Inggris, Yunani

Negara asal : Swedia

Lokasi shooting : Swedia

Tanggal rilis : 9 Maret 2017

Situs web : theantifascist.se

Ringkasan Plot :

“Perang dengan intensitas rendah sedang berlangsung di jalanan Eropa dan tujuannya adalah pada fasisme. Film dokumenter ini membawa kita ke balik topeng kelompok militan yang disebut antifasis. Pada 2013, sekelompok sosialis nasional bersenjata menyerang demonstrasi damai di Stockholm di mana beberapa orang terluka. Di Yunani, partai neo-nazi Golden Dawn menjadi yang terbesar ketiga dalam pemilihan dan di Malmö aktivis Showan Shattak dan teman-temannya diserang oleh sekelompok nazis dengan pisau dan dia berakhir koma. Dalam potret antifasis di Yunani dan Swedia ini kita bertemu dengan tokoh-tokoh kunci yang menjelaskan pandangan mereka tentang politik radikal mereka, tetapi juga mempertanyakan tingkat kekerasan dan militansi mereka sendiri” – Patrik Öberg (IMdb, 2017) [1].

Film Secara Singkat

Munculnya partai Golden Dawn sebagai partai ultranasionalis sayap kanan yang berhaluan Neo Nazi berkelindan dengan makin berkembangnya partisipan di kalangan masyarakat akar rumput. Ditengah mobilisasi massa yang begitu massif dari partai tersebut, kalangan antifasis militan akhirnya lahir. Lahirnya kelompok Antifasis militan tersebut tidak lain dan tidak bukan merupakan alternatif paling utama untuk membentuk konsepsi ruang publik yang perlahan dikuasai oleh kelompok Neo Nazi, kelompok yang dikenal akan fasisme dan rasismenya. Di awal film kita akan diauguhkan dengan aksi demonstrasi penolakan pawai yang diadakan oleh kelompok partisipan dengan beberapa penjelasan dari aktor kunci yang ada di lokasi kejadian. Pada bagian tengah film, konflik antara kelompok antifasis dengan kalangan partisipan partai Golden Dawn melebar, kali ini dengan pihak kepolisian Swedia.

Konflik ini terjadi lantaran posisi pihak kepolisian disini bukan menjadi pihak penengah, pengayom. Akan tetapi polisi berubah menjadi pagar bagi kalangan Neo Nazi dalam memukul mundur kelompok Antifasis. Salah satu aktivis antifasis bahkan menyebut bahwa mereka adalah wujud paling nyata dari bentuk negara opressif. Setidaknya dari keseluruhan konflik yang terjadi banyak korban yang berjatuhan baik yang telah disebutkan diatas maupun musisi yang terkenal dengan pandangan antifasisnya, Pavlos Fyssas. Namun meski demikian kelompok antifasis terus berjuang untuk benar-benar memukul mundur kelompok Neo-Nazi.

Aksi-aksi mereka bahkan cukup efektif. Selain pada akhirnya mampu menciptakan ruang yang melindungi kelompok minoritas dan imigran bersama kalangan feminis Swedia, aksi mereka pada akhirnya juga mampu menurunkan angka partisipan Neo Nazi. Bahkan disebutkan angka mereka yang semula ribuan akhirnya turun ke ratusan. Akan tetapi tak semerta-merta perjuangan mereka dalam menciptakan tatanan sosial yang egaliter , tidak terjangkit rasisme dan fasisme 100% berhasil. Di akhir film salah satu aktivis politik Swedia dan selaku kelompok antifasis berkata bahwa mereka akan terus berjuang dalam hal ini.

Intepretasi Keseluruhan Film

Kalahnya Jerman pada perang dunia kedua tak semerta-merta mampu menghapus paham-paham Nazisme yang telah mengurat akar di daratan Eropa. Ideologi Nazisme tetap berkembang dengan semangat yang baru sebagai ideolog Neo Nazi yang tetap mempertahankan Antisemitisme , Rasisme, Xenophobia ,
Nasionalisme dan militerisme. Bagi kelompok yang anti terhadap kekerasan yang dilatarbelakangi pengunggulan atas identitas dan ras, kebangkitan Neo Nazi merupakan sebuah ancaman. Sehingga tentu akan melahirkan reaksi apalagi jika misal kita membuka sejarah terkait bagaimana kekejaman dan terror di dunia yang disebarkan Nazi saat kepemimpinan Hitler. Maka bagi saya, lahirnya kelompok Antifasis militan baik di Swedia maupun Yunani adalah murni sebagai kelompok reaksioner.

Memang metode yang mereka gunakan seringkali adalah kekerasan. Tapi jika dilihat lagi maka alasannya jelas yakni karena mereka terdesak. Jika di amati dari beberapa bagian, mereka memperlihatkan pola pola lain seperti menyebarkan buletin dan lain-lain. Pendapat saya ini yang harus sering dilakukan, kelompok ini memang harus masuk ke ruang-ruang baru. Di era modern yang mengafirmasi teknologi termutakhir maka seharusnya mudah untuk mengenalkan produk pemikiran mereka. Ini penting, karena kalau diamati lagi kelompok Antifasis hanya akan bereaksi ketika misal ada pawai partisipan partai.

Akan tetapi ketika partisipan partai telah memutuskan keluar daei kelompok Neo Nazi dan masih berusaha membentuk tatanan sosial yang diskriminatif, rasis mereka tetap dibiarkan. Maka inilah yang pula harus dilawan secara ideologis dengan masuk pada media kampanye sosial. Film ini salah satunya atau yang lain seperti musik, kelompok supporter, ruang-ruang gerakan sosial dan lain-lain. Karena mengingat fasisme dan rasisme bagi kalangan atheis maupun kaum beragama sesungguhnya sangat tidak dibenarkan. Argumentasi yang menurut saya paling epic dari film ini adalah bahwa kelompok fasis akan semakin menjamur jika dibiarkan, tapi jika ditantang sesungguhnya mereka tidak akan menjadi apa-apa.

Penulis Faris Fauzan Abdi, Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang

Rujukan :

1. Simak info film The Antifascist Documentary (2017) dalam Internet Movie Database (IMDb), link akses :
https://m.imdb.com/title/tt7095444/